Kementerian Kehutanan baru saja meluncurkan Platform Mangrove Data Nusantara (MANDARA), sebuah sistem integrasi data mangrove nasional yang bertujuan untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan rehabilitasi pesisir secara terukur dan berkelanjutan. Peluncuran platform ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan di Jakarta pada 10 Februari 2026.
MANDARA dirancang untuk mengumpulkan, memverifikasi, dan mengintegrasikan data mangrove dari berbagai sumber menjadi satu referensi nasional yang akurat dan mutakhir. Hal ini akan mengakhiri permasalahan fragmentasi data yang selama ini menghambat pengelolaan mangrove secara optimal, serta memastikan bahwa semua pemangku kepentingan menggunakan data yang sama untuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi rehabilitasi mangrove.
Dyah Murtiningsih, Direktur Jenderal PDASRH, menegaskan pentingnya sistem data yang kuat dalam mendukung perlindungan pesisir dan mitigasi perubahan iklim. Dengan data yang kredibel, diharapkan kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta memastikan rehabilitasi mangrove yang efektif dan berkelanjutan.
Pengembangan MANDARA merupakan bagian dari upaya reformasi tata kelola kehutanan berbasis digital yang terus diperkuat Kementerian Kehutanan. Selain sebagai basis data, platform ini juga berperan sebagai instrumen transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan mangrove.












