Universitas Indonesia (UI) sebagai kampus riset tertua di Indonesia seharusnya menjadikan kepemimpinan dekan sebagai penggerak riset dan intelektualitas, bukan hanya sebagai manajer yang mengejar pendapatan. Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio menegaskan bahwa perguruan tinggi bukanlah perusahaan, melainkan ruang pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang berlandaskan integritas. Perkataan Rektor UI, Heri Hermansyah yang menilai dekan ideal harus memiliki ‘corporate culture’ dianggap bisa merusak jati diri kampus. Agus Pambagio menekankan bahwa lembaga pendidikan seharusnya tidak dijadikan korporasi karena tata kelolanya berbeda dengan lembaga perusahaan. Sebagai kampus riset tertua di Indonesia, UI seharusnya fokus pada peningkatan riset dan intelektualitas, bukan terjebak dalam logika laba semata.
UI Diharapkan Meningkatkan Prestasi Akademik, Fokuskan pada Kampus Bukan Perusahaan
Read Also
Recommendation for You

Pakar Telematika Roy Suryo telah selesai menjalani gelar perkara khusus dalam kasus dugaan fitnah ijazah…

Konflik internal di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama disebabkan oleh isu pengelolaan konsesi tambang, demikian diungkapkan…

Penulis artikel ini, Profesor Henry Indraguna, seorang pengamat hukum, menyatakan bahwa Peraturan Polri terkait penugasan…

Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menjelaskan bahwa Peraturan Polri Nomor 10/2025 adalah konstitusional dan tidak…

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta adanya standardisasi atau sistem pelaporan keuangan partai politik untuk mencegah…







