Pentingnya Pendekatan Menyeluruh dalam Pencegahan Karhutla di Ekosistem Gambut
Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada ekosistem gambut memerlukan pendekatan menyeluruh karena dipengaruhi berbagai faktor teknis dan nonteknis. Setiap kejadian kebakaran juga perlu diverifikasi secara objektif sebelum dikaitkan dengan pihak tertentu atau dinilai memberikan keuntungan ekonomi bagi perusahaan.
Faktor Teknis dan Nonteknis dalam Kebakaran Gambut
Guru Besar IPB University Prof Budi Indra Setiawan menjelaskan bahwa kebakaran gambut tidak dapat dijelaskan hanya berdasarkan satu faktor. Secara teknis, kebakaran terjadi ketika tersedia sumber panas atau pemicu, bahan bakar, dan oksigen, terutama saat kondisi gambut mengering akibat musim kemarau.
Budi juga menekankan bahwa kebakaran gambut menjadi masalah kompleks karena berbagai faktor seperti penurunan muka air tanah, kondisi cuaca kering, berkurangnya kelembapan gambut, banyaknya bahan bakar di permukaan, kecepatan angin, dan keberadaan sumber api dapat saling berinteraksi dan meningkatkan risiko kebakaran.
Pendekatan Pencegahan Secara Teknis
Pencegahan secara teknis harus dilakukan dengan menjaga muka air tanah, mengelola kanal dan sekat kanal, menyediakan embung serta sumber air, memantau kelembapan gambut, dan memastikan sarana pemadaman tersedia di wilayah rawan. Pemantauan cuaca, titik panas, dan kondisi lapangan juga perlu dilakukan secara terpadu melalui berbagai metode.
Informasi tersebut harus diikuti dengan respons cepat karena api yang masih kecil lebih mudah dikendalikan sebelum meluas.












