Berita  

Mengapa Harga Beras Terus Naik? Penjelasan dan Solusi

Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

Harga beras di Indonesia terus merangkak naik, baik untuk beras medium maupun premium. Data dari BPS menunjukkan bahwa pada pekan ketiga Juni 2026, harga rerata nasional beras medium mencapai Rp 14.402 per kilogram (kg), sementara harga rerata nasional beras premium mencapai Rp 16.230 per kg. Kedua harga tersebut di atas harga eceran tertinggi (HET) beras medium dan premium di zona I.

Kenaikan Harga secara Bertahap

Berdasarkan data BPS, dari Januari hingga Mei 2026, harga beras terus mengalami kenaikan. Setiap bulan, baik di tingkat penggilingan, grosir, maupun eceran, harga beras mengalami kenaikan meskipun persentasenya tidak terlalu besar. Akumulasi kenaikan harga tersebut selama lima bulan berturut-turut cukup signifikan, terutama bagi masyarakat rentan yang bergantung pada harga beras untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Penyumbang Inflasi Rutin

Selama periode lima bulan tersebut, harga beras juga menjadi salah satu faktor penyumbang inflasi rutin. Terlepas dari panen raya beras pada Februari-Mei 2026 yang seharusnya menstabilkan harga, namun kenyataannya harga beras terus merangkak naik. Hal ini tidak sejalan dengan hukum pasokan-permintaan yang seharusnya menekan harga beras ketika produksi melimpah.

Meskipun persentase kenaikan harga beras terbilang kecil, namun dampaknya bisa dirasakan oleh warga miskin dan rentan yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketidakstabilan harga beras tidak hanya terjadi akibat faktor produksi, tetapi juga melibatkan faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut.

Sumber: Sindonews

Source link