Berita  

Dialog UGM: Penumpukan Kemarahan Publik

Pangi Syarwi Chaniago: Kisruh Dialog UGM dan Akumulasi Ketidakpercayaan Publik

Pangi Syarwi Chaniago, seorang pengamat politik, memberikan pandangannya terkait kericuhan yang terjadi dalam dialog “Kopdar Bareng Mas Dar” di Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurutnya, insiden tersebut merupakan cerminan dari akumulasi ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Meskipun demikian, Pangi menegaskan bahwa tindakan mengganggu jalannya diskusi tidak dapat dibenarkan dalam prinsip demokrasi.

Dalam sebuah program berjudul ‘Kisruh Diskusi UGM: Ruang Dialog atau Konflik?’ yang ditayangkan di iNews, Pangi menekankan bahwa tindakan membubarkan acara diskusi secara paksa tidaklah sesuai dengan asas demokrasi. Menurutnya, di balik kericuhan tersebut terdapat persoalan yang lebih mendasar terkait kepercayaan publik terhadap pemerintah yang telah melemah dalam kurun waktu yang cukup lama.

Akumulasi Ketidakpercayaan Publik

Pangi menyatakan bahwa ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah tidak timbul begitu saja, melainkan merupakan akumulasi dari sejumlah faktor. Menurutnya, masyarakat telah menunjukkan kekecewaan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, seperti isu harga kebutuhan pokok, energi, dan keterlibatan publik dalam proses pengambilan keputusan negara.

Dia mengutip contoh terkait kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai tidak melalui mekanisme yang transparan dan melibatkan DPR serta keterlibatan publik. Hal ini mencerminkan ketidakhadiran proses deliberatif dalam pengambilan keputusan yang seharusnya menjadi prinsip dalam sistem demokrasi.

Dengan demikian, Pangi Syarwi Chaniago menegaskan bahwa penting bagi pemerintah untuk memperbaiki komunikasi dan memperkuat kepercayaan publik agar dapat menghindari terjadinya gejolak sosial yang dapat mengganggu stabilitas negara.

Source link