Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mempertanyakan langkah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang menerbitkan telegram Siaga 1 dalam menyikapi eskalasi Timur Tengah. Hasanuddin menyoroti kebijakan tersebut yang seharusnya bersifat rahasia, bukan diumumkan ke publik. Meskipun memahami bahwa telegram diterbitkan untuk meningkatkan kewaspadaan terkait konflik di Timur Tengah, Hasanuddin tetap mempertanyakan kebijakan publikasi telegram tersebut. Ia menjelaskan bahwa tujuan siaga adalah untuk meningkatkan kesiapan prajurit baik dari segi personel maupun materiil, namun kebijakan publikasi telegram yang seharusnya bersifat internal menuai pertanyaan dari Hasanuddin. Legislator dari Fraksi PDIP ini menegaskan bahwa ada dua syarat yang harus dipenuhi sebelum telegram diterbitkan, sehingga keputusan untuk mengumumkan telegram tersebut ke publik tetap menjadi bahan perdebatan.
Panglima TNI Memerintahkan Prajurit Siaga 1: Rakyat Merasa Gelisah
Read Also
Recommendation for You

KPK telah menetapkan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo (GSW), serta ajudannya Dwi Yoga Ambal (YOG),…

Presiden Prabowo Subianto resmi mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia…

Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Tulungagung, Jawa…

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara penyerahan hasil penyelamatan keuangan dan aset negara di Kejaksaan Agung,…

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah mengumumkan bahwa tidak akan ada penyelenggaraan haji Furoda pada…







