Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk bergabung dengan Board of Peace (BoP) yang didirikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai langkah strategis untuk membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina. Menurut Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, keikutsertaan Indonesia dalam forum diplomasi internasional seperti BoP bertujuan untuk memperluas distribusi bantuan ke Gaza yang selama ini sering terhambat.
Cak Imin menjelaskan bahwa pengiriman bantuan ke Gaza sering hanya melalui udara, yang dianggap kurang efektif karena terbatasnya akses dan distribusi di lapangan. Oleh karena itu, langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah mencakup kerja sama bilateral, multilateral, dan partisipasi dalam forum internasional seperti BoP untuk memastikan bantuan dapat disalurkan dengan tepat sasaran. Kunjungan Presiden Prabowo ke berbagai negara juga dianggap sebagai bagian dari upaya untuk membuka akses yang lebih luas.
Dengan demikian, partisipasi Prabowo dalam Board of Peace dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas jalur distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, yang saat ini masih dihadapi berbagai hambatan. Tujuan utamanya adalah agar bantuan yang dikirim dapat mencapai tujuan dengan lebih efektif dan tepat sasaran, melalui berbagai upaya diplomasi baik di tingkat bilateral maupun multilateral.












