Presiden Prabowo Subianto menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington, D.C., Amerika Serikat. Keikutsertaan Indonesia sebagai anggota BoP, yang piagamnya ditandatangani di Davos, Swiss pada Januari 2026, dinilai sebagai langkah strategis untuk membawa perdamaian di Gaza setelah lebih dari 50 tahun kebuntuan diplomasi global dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel.
Ian Montrama, Direktur Riset Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI), menyoroti tiga alasan fundamental mengapa Indonesia bergabung dengan BoP yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertama, langkah ini sejalan dengan amanat konstitusi bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Kedua, terdapat kebuntuan dalam diplomasi global terkait konflik Israel-Palestina yang belum terpecahkan meskipun telah ada 119 resolusi PBB sejak tahun 1965. BoP diharapkan menjadi terobosan baru dalam mencapai perdamaian yang nyata bagi Palestina. Alasan ketiga adalah perlunya solusi instan untuk menghentikan bencana kemanusiaan dan genosida di Gaza yang tidak bisa ditunda lagi.












