Ramadan dianggap sebagai momen tidak hanya untuk beribadah kepada Allah, tetapi juga untuk membangun kerukunan dan persatuan. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk bersatu, mengisi dengan berbagai amalan sesuai ajaran agama. Dalam kuliah Tarawih di Masjid Al Falah, Jakarta, Mu’ti juga mengingatkan pentingnya memperbanyak istighfar dan membaca doa-doa yang disyariatkan. Bulan Ramadan dianggap sebagai bulan ampunan, di mana Allah akan mengampuni dosa-dosa bagi orang yang berpuasa karena iman dan harapan akan pahala. Selain itu, diwajibkan untuk menjalankan puasa meskipun berat, seperti yang ditegaskan dalam Al Baqarah ayat 184. Ramadan juga merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat persatuan dan kerukunan dalam masyarakat, melalui amal ibadah yang dilakukan secara bersama-sama. Hal ini sesuai dengan ajaran Muhammadiyah yang mendukung semangat persatuan dalam menjalani bulan suci Ramadan.
Sekum PP Muhammadiyah: Ramadan Bulan Kerukunan di Tengah Pandemi
Read Also
Recommendation for You

Roy Suryo menyoroti pelaporan terhadap Rismon Sianipar atas kasus dugaan ijazah palsu sebagai upaya untuk…

Peringatan Nuzulul Quran pada 17 Ramadan akan digelar di Istana Negara Jakarta, Menag Nasaruddin Umar…

Tim Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bareskrim Polri telah melakukan penggeledahan di Kantor Sekuritas MA…

Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan silaturahmi dan diskusi dengan sejumlah mantan Presiden dan Ketua Umum…








