Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah mengimplementasikan teknologi canggih di Pusat Kesehatan Mina untuk memberikan layanan medis yang responsif dan terintegrasi kepada para jemaah haji. Sistem layanan darurat yang baru mampu merespons panggilan dalam waktu hanya dua detik, sementara posko-posko kesehatan tersebar di titik-titik strategis dan terhubung langsung dengan ruang kontrol pusat. Hal ini memungkinkan tim medis untuk merespons dengan cepat saat ada jemaah yang membutuhkan pertolongan.
Selain itu, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) juga mulai diterapkan untuk membantu diagnosis medis secara real time. Dengan penggunaan drone untuk pengiriman obat, waktu distribusi obat dapat dipangkas secara signifikan. CEO Pusat Rujukan Medis Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Noval Aljuran, menyebutkan bahwa penggunaan drone telah membantu mempercepat layanan di lapangan dengan waktu pengiriman obat yang sebelumnya memakan waktu satu jam 20 menit, kini hanya membutuhkan enam menit.
Fasilitas kesehatan yang modern dan dilengkapi dengan teknologi canggih ini bertujuan untuk melindungi kesehatan para jemaah haji di tengah tantangan suhu ekstrem dan kepadatan jutaan jemaah selama ritual ibadah haji. Dengan adanya upaya ini, diharapkan seluruh jemaah haji dapat mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan responsif selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).












