Muktamar ke-35 NU: Persaingan Ketat Empat Kandidat Ketua Umum PBNU
Di tengah suasana pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Direktur Eksekutif Institute for Strategic and Political Studies (Intrapols), Bustomi Menggugat, mengungkapkan peta sementara persaingan kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurutnya, terdapat empat kandidat yang masih menjadi sorotan utama dalam muktamar kali ini.
Kandidat Kalangan Muda Unggul
Bustomi menyebut bahwa dari keempat kandidat tersebut, dua di antaranya berasal dari kalangan muda dan diyakini memiliki dukungan yang lebih kuat. Informasi ini didapatkan dari berbagai sumber di lokasi muktamar. “Dari beberapa sumber, di empat calon tersisa, petanya begini,” ujar Bustomi kepada media.
Empat kandidat yang masih menjadi perbincangan adalah KH Yusuf Khudori, KH Abdussalam Shohib, KH Yahya Cholil Staquf, serta KH Abdul Hakim Mahfudz. Meski begitu, Bustomi menegaskan bahwa urutan keempat nama tersebut hanyalah perkiraan berdasarkan informasi yang diterimanya, bukan hasil resmi dari pemungutan suara Muktamar NU.
Gus Yahya Selenggarakan LPJ Hampir 1.000 Halaman dalam Persiapan Muktamar
Dalam suasana yang penuh dengan antusiasme dari para peserta muktamar, salah satu kandidat, yakni KH Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya, telah mempersiapkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) sebanyak hampir 1.000 halaman. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Gus Yahya untuk memperkuat basis dan dukungannya di dalam muktamar yang begitu bergengsi ini.
Dengan berbagai dinamika serta persaingan yang ketat di dalam Muktamar ke-35 NU, publik tentu akan terus memantau perkembangan selanjutnya dari acara tersebut. Keputusan akhir siapakah yang akan menjadi Ketua Umum PBNU baru nantinya, masih menjadi tanda tanya besar yang akan terjawab di akhir acara.












