Berita  

Langkah Cepat Cegah Karhutla: Kampanye Masif Hadapi El Nino Godzilla

Pentingnya Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Tengah Ancaman Super El Niño 2026–2027

Meningkatnya Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan

Pemerintah Indonesia kini dihadapkan pada tuntutan untuk segera meningkatkan langkah-langkah antisipasi terhadap potensi karhutla. Hal ini menyusul prediksi adanya Super El Niño pada tahun 2026–2027 yang diyakini sebagai salah satu yang terkuat dalam lebih dari satu dekade. Risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat secara signifikan apabila dalam periode tersebut terjadi El Niño Godzilla yang juga dipengaruhi oleh Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kondisi ini dapat menekan curah hujan di berbagai wilayah sehingga memperparah keadaan.

Ancaman Super El Niño

Profesor Sudarsono Soedomo dari IPB University menegaskan bahwa risiko kebakaran hutan dan lahan menjadi sangat tinggi. Musim kemarau diproyeksikan akan lebih panjang, kering, dan panas, menyebabkan bahan bakar alami seperti serasah, ranting, dan gambut menjadi sangat rentan terbakar. Hal ini mempercepat penyebaran api dengan mudah dan cepat, meningkatkan potensi bencana.

Tanda-tanda peningkatan risiko sudah terlihat pada tahun ini, terutama di Kalimantan Tengah dengan terjadinya sebanyak 117 hotspot dan 30 kejadian karhutla dalam rentang 1–21 Juli 2026. Luas lahan terbakar mencapai 27,09 hektare, mengkhawatirkan dampak yang dapat terjadi jika situasi tidak segera diantisipasi.

Sistem Pemantauan dan Koordinasi Lapangan

Meskipun Indonesia telah memiliki sistem pemantauan yang lebih baik dibandingkan dengan El Niño sebelumnya, koordinasi antarinstansi perlu ditingkatkan. Sudarsono menekankan pentingnya restrukturisasi kelembagaan pasca pembubaran BRGM untuk memperkuat kerja sama lapangan. Pemerintah harus tetap waspada dan proaktif dalam mengambil langkah-langkah pencegahan sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.

Source link