Langkah Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan pemahaman mendalam terkait dengan proxy war. Proxy war saat ini bukan sekadar perebutan wilayah fisik, melainkan penguasaan urat nadi kehidupan, seperti Energi, Air, dan Jalur Logistik. Pemerhati Geopolitik dan Geostrategi, Bungas T Fernando Duling, menyoroti navigasi geopolitik Indonesia yang fokus pada penguatan domestik sebagai benteng pertahanan ekonomi. Presiden Prabowo, yang berpegang pada Dasasila Bandung di tengah gesekan blok Amerika Serikat dan RRC, tidak hanya berdasarkan romantisme sejarah. Hal ini juga merupakan penerapan strategic autonomy di era proteksionisme global yang meningkat. Indonesia mengambil posisi sebagai penyeimbang yang mandiri, menyadari bahwa menjadi pengikut salah satu blok hanya akan menjadikan sumber daya nasional sebagai bahan bakar bagi kemajuan negara lain. Penguatan domestik merupakan jawaban atas ancaman ketergantungan global.
Prabowo Hadapi Krisis Geopolitik dengan Langkah Tepat Bangun Energi
Read Also
Recommendation for You

Kementerian Kehutanan dan Tim Gabungan Perkuat Pengendalian Karhutla di 6 Provinsi Kementerian Kehutanan bersama tim…

Publikasi Draf RUU Perampasan Aset: Mendesak Transparansi dalam Pembentukan Undang-Undang Desakan agar DPR RI membuka…

Pengacara Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Sangkal Terima Uang Rp40 Miliar dari Tan Kian JAKARTA –…









