Berita  

Prioritaskan Hunian, Jembatan, dan Layanan Publik di Sumatera Pasca Bencana

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan komitmennya dalam mempercepat rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Salah satu fokus utamanya adalah membangun hunian baru, memulihkan akses transportasi, serta mengaktifkan kembali fasilitas umum yang terdampak bencana. Dalam konferensi pers di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Sumatera, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Panglima TNI menyatakan bahwa puluhan ribu prajurit TNI telah dikerahkan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana.

Ada sebanyak 37.910 personel TNI yang ditempatkan di wilayah tersebut, termasuk 15 batalion tambahan yang terdiri dari 5 batalion zeni dan 10 batalion teritorial. Tugas utama mereka adalah mendirikan hunian sementara dan permanen, memasang jembatan bailey, serta membersihkan material lumpur dan puing-puing di berbagai lokasi seperti sekolah, pesantren, jalan, dan fasilitas umum. Selain itu, TNI juga memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak, seperti penyediaan air bersih, evakuasi medis, distribusi logistik, dan kegiatan pemulihan trauma.

Panglima TNI juga menegaskan pentingnya ketersediaan jalur transportasi yang baik dan akses mudah ke berbagai wilayah yang terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Sejumlah 32 jembatan bailey telah berhasil dibangun dan digunakan oleh masyarakat di beberapa wilayah seperti Topin Mane, Topin Redep, Jumpa, Matang Bangka, Kutablang, Wehpase, Hamparan Perak, dan Anggoli Sibangun. Dengan komitmen kuat dan kerjasama yang baik, proses rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana di wilayah tersebut diharapkan dapat berjalan lancar dan efektif.

Source link