Keterampilan dalam melakukan lompatan menjadi tantangan bagi para pengendara sepeda motor trail, termasuk saya sendiri. Meskipun bisa melompat kecil atau cepat, lompatan yang ekstrem masih menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Travis Pastrana mungkin bisa mengubah pandangan saya jika mengajak saya ke Pastranaland, tapi hal itu belum pernah terjadi. Pengendara motor trail, khususnya supercross/motocross, memiliki kemampuan dan pandangan yang berbeda saat melihat lompatan. Mereka melihatnya sebagai hal biasa, tanpa rasa takut.
Bagi orang-orang yang berani ini, mengambil risiko menjalani tantangan yang lebih ekstrim adalah hal yang biasa. Seperti yang dilakukan Tyler Bereman, mantan pembalap supercross yang kini beralih menjadi freestyle liar. Ide untuk membangun lintasan supercross di beberapa pulau dengan celah di perairan terbuka adalah salah satu aksi gilanya. Dibantu oleh Jason Baker, seorang pembuat lintasan gaya bebas terkenal, mereka membangun lintasan dengan berbagai lompatan yang menantang.
Proses pembangunan lintasan memakan waktu enam bulan, termasuk latihan Tyler di lintasan sementara untuk mempersiapkan dirinya. Namun, tantangan sebenarnya adalah saat Tyler harus melompati celah di perairan terbuka dengan angin dan ombak yang berbeda. Peran teknologi juga turut mencatat sejarah dalam aksi ini, dimana Red Bull menggunakan Apple iPhone untuk merekam keseluruhan proses tersebut. Hal ini menunjukkan perubahan besar dalam pola perekaman video perusahaan tersebut.
Keseruan dan tantangan dalam melompati lompatan-lompatan ekstrim ini bisa dinikmati melalui video yang diunggah. Namun, kualitas video tersebut juga menjadi pertimbangan penting. Pendapat dan komentar tentang aksi ekstrim ini sangat dinantikan, apakah hal ini menjadi pertanda masa depan dalam dunia sepeda motor trail. Semua itu bisa dilihat dan dinikmati oleh penonton melalui aksi supercross melintasi pulau yang gila ini.












