Berita  

Perdebatan Tentang Jual Beli Anak

Vebyanti Aryani, mahasiswa Magister Komunikasi Korporat Universitas Paramadina, memberikan sorotan terhadap kasus penculikan dan anak hilang yang semakin marak belakangan ini. Kasus-kasus seperti hilangnya bocah Habib Husain di Tangerang, penculikan dan perdagangan balita Bilqis di Makassar, dan penemuan jasad Alvaro Kiano menunjukkan bahwa sistem pengawasan dan perlindungan anak masih lemah. Kasus Bilqis mengungkap modus penculikan yang terorganisir, dengan korban yang diperdagangkan hingga tiga tangan berbeda sebelum akhirnya ditemukan.

Peristiwa-peristiwa tersebut memberikan gambaran bahwa ancaman kejahatan terhadap anak-anak seringkali datang di ruang yang seharusnya aman. Ini memperlihatkan kelumpuhan sistem yang seharusnya melindungi anak-anak dari ancaman tersebut. Kejahatan perdagangan anak terorganisir, seperti yang terjadi pada kasus Bilqis, menunjukkan adanya praktik ilegal yang memanfaatkan platform digital dan grup tertutup untuk memperdagangkan anak-anak.

Kasus Hilangnya Habib Husain juga menjadi perhatian serius, dengan kuat dugaan bahwa ia menjadi korban penculikan oleh seseorang yang berpakaian badut. Meskipun upaya-upaya pencarian terus dilakukan, keberadaannya masih belum diketahui. Polisi terus melakukan investigasi untuk mengumpulkan bukti yang diperlukan. Semua kasus ini mengingatkan kita pada kegagalan kolektif dalam melindungi anak-anak dari ancaman kejahatan yang semakin merebak.

Source link