Sineas Makassar Hadirkan Film Keluarga “Jangan Lupa Bahagia” yang Mengangkat Realitas Kehidupan Sehari-hari
Para sineas lokal Makassar telah meluncurkan film keluarga terbaru yang berjudul “Jangan Lupa Bahagia”. Film ini tidak hanya sekadar tontonan biasa, melainkan juga sebuah karya yang memberikan pesan mengenai pentingnya keluarga dalam mencari dan menjaga kebahagiaan.
Menurut Burhamsah, Sutradara sekaligus Produser Film “Jangan Lupa Bahagia”, film ini ingin menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu terkait dengan hal-hal materi. Kebersamaan, saling menghargai, dan komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam membangun keluarga yang harmonis.
Keunikan Film “Jangan Lupa Bahagia”
Film ini dipilih untuk mengangkat tema keluarga karena dianggap sebagai fondasi pertama dalam kehidupan seseorang. Di dalam keluarga lah seseorang dapat menemukan dukungan, kasih sayang, dan melalui berbagai tantangan hidup bersama-sama.
Tak hanya sekedar hiburan semata, film ini juga diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak lagi karya-karya sinematik dari Makassar. Dengan mengusung cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, diharapkan masyarakat dapat menerima pesan yang ingin disampaikan oleh para sineas lokal.
Peran Industri Kreatif Lokal
Produksi film “Jangan Lupa Bahagia” menjadi bukti bahwa industri kreatif di Makassar memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang. Sineas lokal membuktikan bahwa karya-karya mereka tidak hanya mampu menghibur, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan sosial yang relevan dengan realitas kehidupan masyarakat.
Kehadiran film produksi lokal diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi para pekerja kreatif di Makassar, mulai dari penulis skenario, sutradara, aktor, hingga kru produksi untuk terus berkarya dan menghasilkan karya-karya sinematik yang berkualitas.
Dengan demikian, film “Jangan Lupa Bahagia” menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keluarga tetap menjadi pilar penting dalam mencari makna sejati dari kebahagiaan, terlepas dari segala kesibukan dan tuntutan kehidupan yang ada.
