Pangandaran Bersiap Hadapi Tantangan Fiskal Menjelang Akhir Tahun
Pada tanggal 8 Agustus 2026, Kabupaten Pangandaran mengadakan rapat penting di DPRD untuk membahas strategi menghadapi potensi gagal bayar di penghujung tahun anggaran. Langkah-langkah preventif dan disiplin menjadi fokus utama dalam menjaga stabilitas keuangan daerah.
Komisi IV DPRD Pangandaran Evaluasi KUA dan PPAS dengan Teliti
Dipimpin oleh Jalaludin, Komisi IV DPRD Pangandaran secara cermat meneliti Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Tujuannya adalah memastikan keselarasan antara pendapatan dan belanja daerah untuk menghindari potensi masalah keuangan di masa depan.
Jalaludin menekankan pentingnya disiplin anggaran sebagai pembelajaran berharga dari pengalaman sebelumnya. Belanja yang tidak didasarkan pada pendapatan yang realistis dapat menimbulkan utang yang sulit diselesaikan di kemudian hari.
Prioritaskan Efisiensi Anggaran tanpa Mengorbankan Pelayanan Dasar
Komisi IV menegaskan perlunya efisiensi anggaran tanpa mengorbankan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur masyarakat. Legislator Pangandaran sepakat bahwa APBD harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, bukan hanya sekedar kewajiban birokrasi.
Dengan langkah preventif yang telah diambil, Pangandaran siap menghadapi tantangan fiskal dengan penuh kewaspadaan. Semua pihak berkomitmen untuk menjaga keseimbangan keuangan daerah guna menghindari risiko gagal bayar.
Sumber: Prabowo2024












