Tanggapan BigHit atas Kontroversi Lagu SWIM BTS

Lagu BTS “SWIM” Dituduh Plagiat Oleh Penulis Lagu Amerika

Sebuah kontroversi mewarnai industri musik internasional ketika lagu “SWIM” dari album kelima Arirang milik BTS dituduh sebagai plagiat oleh tiga penulis lagu asal Amerika Serikat, yaitu Steve Cooper, John Sandler, dan Greylyn Johnson.

Mereka mengklaim bahwa “SWIM” memiliki kemiripan substansial dengan lagu ciptaan mereka yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Ketiganya kemudian mengajukan gugatan resmi ke pengadilan Amerika, dengan menyebut HYBE, HYBE America, BigHit Music, dan penulis lagu SWIM, Ryan Tedder, sebagai tergugat dalam kasus ini.

Proses Gugatan dan Tanggapan HYBE

Penggugat mengungkapkan bahwa sejak Maret 2025, mereka telah mengirimkan demo musik mereka kepada sejumlah kontak dalam industri musik, termasuk eksekutif di Artist Publishing Group. Mereka menduga bahwa label tersebut mendengarkan demo tersebut dan menyebarkannya kepada pihak-pihak terkait, termasuk para penulis lagu “SWIM”.

Alexander Stewart, seorang ahli musik yang ditunjuk oleh pihak penggugat, menemukan kesamaan yang mencolok antara dua karya tersebut dalam berbagai aspek, mulai dari judul, harmoni, tekstur, elemen ritmis, hingga liriknya.

Di sisi lain, BigHit Music merespon tuduhan plagiarisme tersebut dengan tegas. Mereka menegaskan bahwa “SWIM” merupakan karya independen yang diciptakan untuk BTS. Dalam pernyataan resmi dari HYBE, mereka menegaskan keyakinan mereka terhadap integritas lagu tersebut.

Prestasi dan Sertifikasi “SWIM”

Lagu “SWIM” menjadi singel utama dari album studio kelima BTS, ARIRANG. Lagu ini mampu meraih posisi puncak di tangga lagu Billboard Hot 100 dan Billboard Global 200, serta memecahkan rekor sebagai lagu dengan peningkatan streaming tercepat di Spotify pada tahun 2026, dengan jumlah stream mencapai 500 juta dalam waktu singkat.

Di Inggris, “SWIM” telah mendapatkan sertifikasi Silver dari The British Phonographic Industry (BPI). Hal ini menandai keberhasilan BTS dengan lagu mereka di pasar musik global, termasuk di Britania Raya.

Dengan polemik ini, dunia musik internasional kembali disibukkan dengan perdebatan seputar hak cipta dan plagiarisme di industri kreatif.

Source link