Dawai Cempluk Malang: Bertransformasi Menjadi Sorotan Global






Dawai Cempluk: Alat Musik Petik Lokal Malang Sorotan Global

Dawai Cempluk: Alat Musik Petik Lokal Malang Sorotan Global

Alat Musik Petik Unik dari Kampung Cempluk

MALANG – Dawai Cempluk, alat musik petik yang dibuat oleh warga Kampung Cempluk, Dau, Kabupaten Malang, mencuri perhatian dunia setelah diperkenalkan dalam forum akademik di Milan, Italia. Pada Senin (15/6/2026), alat musik ini berhasil memukau penonton di aula Casa della Cultura, Milan.

Kolaborasi antara Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) dan Tommaso Corradi, seorang mahasiswa pascasarjana Universitas Bicocca, Milan, telah menghasilkan riset etnografi visual berjudul “Antropologia visiva nella Giava contemporanea” yang membawa Dawai Cempluk ke panggung internasional.

Kreativitas Lokal Murni: Dawai Cempluk

Dawai Cempluk merupakan karya Pak Budi Ayin, seorang pengrajin kayu asli Kampung Cempluk, Desa Kalisongo, Kabupaten Malang. Melihat limbah kayu konstruksi yang terbuang, Pak Budi Ayin kemudian mengolahnya menjadi instrumen musik petik yang estetis secara otodidak.

Menurut Daniele Corradi yang turut hadir di Malang dan mencoba langsung Dawai Cempluk, karya Pak Budi Ayin merupakan contoh keberhasilan kolaborasi warga lokal dengan peralatan sederhana namun menghasilkan karya spektakuler.

Konsep Gotong Royong dalam Dawai Cempluk

Dosen Desain Fakultas Vokasi UB, Dr. Redy Eko Prastyo, menekankan nilai strategis sosiologis proyek Dawai Cempluk. Proyek ini menjadi cerminan konsep gotong royong, melibatkan berbagai pihak mulai dari Budi Ayin sebagai pengrajin kayu hingga warga lokal lainnya yang turut serta menyempurnakan instrumen musik tersebut.

Keberhasilan Dawai Cempluk juga tidak lepas dari dukungan Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si.,Ph.D.Med.Sc., dan Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos.,M.A.B., Ph.D yang siap memfasilitasi potensi lokal untuk dikenal secara global.

Dawai Cempluk: Inovasi dari Limbah Kayu

Dawai Cempluk juga diusulkan sebagai bagian dari program ekonomi kreatif Malang. Langkah ini membuktikan bahwa melalui kerja sama gotong royong dan riset yang mendalam, karya inovatif seperti Dawai Cempluk dapat dihasilkan dari bahan limbah sederhana.

Sumber: Times Indonesia


Source link