Juru Bicara PDIP Singgung Tuduhan BEM Bersatu soal Program Makan Bergizi Gratis
Di tengah polemik tuduhan yang diarahkan kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) oleh BEM Bersatu, Juru Bicara partai tersebut, Guntur Romli, memberikan tanggapan tajam. Menurutnya, penyebaran informasi yang menyesatkan dan distorsi fakta perlu diluruskan karena dapat merusak citra gerakan mahasiswa.
Tuduhan Tak Berdasar
Dalam keterangan resminya, Guntur menegaskan bahwa tuduhan yang menyebut aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait dengan PDIP adalah fitnah yang tak berdasar. Ia menilai tuduhan tersebut sebagai upaya untuk mempengaruhi opini publik secara negatif.
Poin-poin bantahan yang disampaikan oleh Juru Bicara PDIP meliputi penolakan keterlibatan partai dalam aksi mahasiswa tersebut. Dia mencatat bahwa asumsi yang digunakan dalam tuduhan tersebut sangat dipaksakan dan tak memiliki dasar yang kuat.
Keliru dalam Analisis
Mengaitkan kepemilikan mobil milik warga sipil dengan hubungan keluarga seorang tokoh militer dan akhirnya menuduh keterlibatan sebuah partai politik adalah kesalahan logika yang sangat jauh dari fakta. Guntur menekankan bahwa dalam realitas politik, pilihan dan dukungan tidak bisa digeneralisir hanya berdasarkan hubungan keluarga atau kedekatan personal.
Dengan begitu, PDIP berpendapat bahwa tuduhan yang dilontarkan oleh BEM Bersatu tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan justru dapat merugikan semua pihak yang terlibat.












