Berita  

Strategi Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia

Indonesia Siap Hadapi Tren Penuaan Penduduk

Indonesia saat ini menghadapi tren penuaan penduduk yang semakin meningkat. Berdasarkan data terbaru dari Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, persentase penduduk lanjut usia telah mencapai 11,97% dari total populasi, atau sekitar 34 juta jiwa. Fenomena ini menunjukkan bahwa Indonesia memasuki fase ageing population yang perlu ditanggapi dengan serius.

Jendela Peluang Baru dengan Bonus Demografi Tahap Kedua

Perubahan demografi ini seharusnya tidak hanya dipandang sebagai beban pembangunan, namun juga sebagai kesempatan untuk menghadirkan Bonus Demografi Tahap Kedua. Bonus ini akan terwujud jika negara mampu menjadikan populasi lanjut usia sebagai kelompok yang sehat, mandiri, dan tetap produktif.

Keberhasilan dalam mengelola populasi lanjut usia akan membuka potensi luar biasa bagi Indonesia. Namun, tantangan utama adalah adanya disparitas antarwilayah dalam kecepatan penuaan penduduk. Sementara 16 provinsi sudah memasuki fase ageing population, 22 provinsi lainnya masih berada di luar fase tersebut. Hal ini menandakan perlunya pendekatan yang berbeda untuk setiap wilayah.

Pola Penuaan Penduduk yang Beragam

Provinsi DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali menjadi contoh provinsi dengan persentase penduduk lanjut usia tertinggi, sementara Papua Tengah, Papua Barat, dan Papua Selatan memiliki persentase terendah. Ketimpangan ini menegaskan pentingnya kebijakan yang tidak bersifat samarata, melainkan harus disesuaikan dengan karakteristik setiap wilayah.

Upaya pemerintah dalam mengubah perspektif terhadap populasi lanjut usia menjadi kekuatan emas akan menjadi kunci dalam memanfaatkan Bonus Demografi Tahap Kedua. Diperlukan langkah-langkah konkret yang mampu mengoptimalkan potensi generasi perak sehingga mereka tetap dapat berkontribusi secara signifikan pada pembangunan Indonesia ke depan.

Source link