Istana Menanggapi Tuntutan BEM SI Jawa Tengah untuk Memperkuat Rupiah
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapan terhadap tuntutan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Jawa Tengah yang mengultimatum pemerintah terkait dengan kebijakan penguatkan nilai tukar rupiah.
Aspirasi Mahasiswa Jadi Sorotan
Dalam keterangannya di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Mensesneg menyambut aspirasi tersebut sebagai masukan bagi pemerintah. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah bekerja keras untuk menghadapi tantangan ekonomi nasional, meskipun disadari bahwa hal itu tidaklah mudah karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
Mengenai tuntutan untuk menguatkan nilai tukar rupiah, Mensesneg menyatakan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan secara seksama dengan memperhatikan berbagai sudut pandang terkait stabilitas ekonomi negara.
Kendala dalam Penyelesaian Masalah
Mensesneg juga menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menyelesaikan masalah ekonomi yang dihadapi, termasuk dalam hal nilai tukar mata uang. Kompleksitas masalah ekonomi, lanjutnya, memerlukan pendekatan yang komprehensif dan sinergi berbagai sektor terkait untuk mencapai solusi yang tepat dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari komitmen pemerintah, dialog dengan berbagai pihak, termasuk dari kalangan mahasiswa, dianggap penting guna menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi nasional.
Sumber: Sindonews












