Pada akhir Maret 2026, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan belasungkawa atas kehilangan Praka Rico Pramudia, seorang prajurit TNI yang gugur dalam serangan di Lebanon Selatan. Praka Rico, yang tergabung dalam UNIFIL, mengembuskan napas terakhir setelah cedera parah akibat ledakan artileri dari sebuah tank Israel. Meskipun telah menjalani perawatan selama hampir sebulan di Beirut, Praka Rico akhirnya meninggal dunia.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, mengungkapkan kesedihannya atas kepergian Praka Rico. Lacroix menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat Praka Rico, serta kepada Tentara dan Pemerintah Indonesia. Mengecam serangan Israel yang menyebabkan kehilangan tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan bahwa serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Kehilangan Praka Rico Pramudia menjadi duka yang mendalam bagi seluruh komunitas perdamaian internasional. PBB dan Indonesia bersatu dalam menghormati jasa dan pengorbanan pahlawan yang telah gugur dalam memelihara perdamaian dunia. Seruan untuk mengecam kekerasan dan memperjuangkan perdamaian semakin diperkuat setelah kehilangan yang tragis ini.












