Duta Besar RI untuk Singapura periode 2020-2025, Suryopratomo, berbagi pengalaman menariknya saat bertugas di Negeri Singa. Menurutnya, terdapat perbedaan yang signifikan antara pejabat di Singapura dan Indonesia. Tommy, demikian ia akrab dipanggil, menjelaskan bahwa pejabat Singapura memiliki hubungan yang sangat dekat dengan rakyatnya. Mereka bersedia mendengarkan keluhan dan berinteraksi dengan rakyat sebagai bagian dari tugas mereka sebagai pejabat publik. Hal ini, kata Tommy, dipengaruhi oleh sistem parlementer yang diterapkan di Singapura. Pejabat Singapura dipilih oleh rakyat untuk menjadi anggota parlemen, dan tanggung jawab mereka tidak hanya terletak pada pelaksanaan tugas sebagai pejabat, tetapi juga dalam membangun komunikasi yang baik dengan konstituennya. Sehingga, semua pejabat Singapura secara alami akan dekat dengan rakyatnya.
Tommy juga menyoroti bahwa dalam konteks politik Singapura, jika seorang pejabat tidak memiliki hubungan yang baik dengan rakyatnya, maka peluangnya untuk terpilih kembali dalam pemilu berikutnya akan menurun. Di Singapura, seseorang hanya akan menjadi menteri jika ia terpilih sebagai anggota parlemen. Ini menunjukkan betapa pentingnya interaksi dan kesediaan mendengarkan suara rakyat dalam politik Singapura. Kontras dengan kondisi di Indonesia yang cenderung lebih feodal dalam hubungan antara pejabat dan rakyatnya. Tommy memberikan pandangannya ini dalam sebuah podcast “To The Point Aja” yang disiarkan di kanal YouTube SindoNews. Dengan demikian, terlihat bahwa interaksi yang baik antara pejabat dan rakyat memiliki peran vital dalam dinamika politik suatu negara.












