Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) telah mengumumkan bahwa sebanyak 30 ribu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) akan terlibat dalam ground check terhadap 11 juta peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang telah dinonaktifkan atau dialihkan kepesertaannya kepada yang lebih membutuhkan. Gus Ipul menyampaikan hal ini dalam sebuah wawancara di program talkshow One on One Sindonews TV. Proses ground check dilakukan untuk memastikan kondisi objektif dari penerima manfaat yang telah dinonaktifkan dan mengalihkan kepesertaan sesuai desil 1-5 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Penonaktifan ini tidak mengurangi jumlah penerima bantuan, melainkan mengalihkan kepesertaan untuk memastikan bantuan dialokasikan kepada yang benar-benar membutuhkan. Gus Ipul juga menjelaskan bahwa proses pengalihan ini sudah dimulai sejak tahun 2025 dan dilakukan secara bertahap. Bagi masyarakat yang terdampak namun masih memerlukan layanan kesehatan, mereka dapat melakukan reaktivasi sesuai dengan prosedur yang berlaku. Lebih lanjut, sebanyak 106 ribu penerima PBI-JK dengan penyakit katastropik atau kronis yang sebelumnya dinonaktifkan karena perubahan data, telah direaktivasi kembali secara otomatis. Hal ini dilakukan untuk memastikan pasien yang membutuhkan perawatan tidak kehilangan akses kesehatan selama proses pemutakhiran data nasional.
Mensos Kerahkan 30 Ribu Pendamping PKH Cek 11 Juta Peserta BPJS PBI












