Pada tahun 2026, sedan mewah mengalami penurunan penjualan yang signifikan, sedangkan SUV terus menjadi pilihan utama konsumen. Tidak hanya itu, persaingan dari merek-merek Cina semakin memperumit situasi, dengan model-model yang lebih terjangkau tetapi tetap menjaga kemewahan dan teknologi. Merek-merek terkenal seperti Mercedes, BMW, dan Audi juga menghadapi penurunan penjualan yang drastis di Cina setelah puluhan tahun kejayaan.
Meskipun penjualan Mercedes khususnya untuk model S-Class menurun, model ini masih dianggap memiliki posisi yang tinggi di pasar Cina, meskipun penurunan produksi hingga setengah dari beberapa tahun sebelumnya. Meskipun begitu, bos penjualan perusahaan mengakui bahwa persaingan semakin ketat dan tantangan semakin berat bagi Mercedes dan S-Class. Namun, model ini masih unggul dari pesaingnya dalam hal teknologi dan warisan sejarah.
Selain itu, permintaan untuk kendaraan termahal perusahaan juga mengalami penurunan, meskipun G-Class mencatat penjualan terbaik pada tahun 2025. Faktor loyalitas pembeli terhadap S-Class membantu Mercedes untuk terus mempertahankan posisi di pasar, dengan model facelift yang memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Meskipun facelift untuk S-Class mungkin tidak memberikan perubahan yang diinginkan oleh semua orang, fokus Mercedes pada material kelas atas dan Saat ini, tren penggunaan mobil mewah lokal dengan harga lebih terjangkau mulai menggeser gengsi warisan merek Jerman di pasar otomotif, termasuk pasar Porsche. Namun, dengan lebih dari 2.700 komponen baru dalam facelift S-Class, Mercedes berharap untuk membalikkan penurunan penjualan dan kembali menjadi ikon otomotif.












