Kolaborasi Drama Fiksi Ilmiah Esok Tanpa Ibu

Film “Esok Tanpa Ibu” adalah proyek kolaborasi lintas negara antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia yang telah dikembangkan sejak tahun 2020. Produser Shanty Harmayn menjelaskan bahwa film ini melibatkan berbagai pihak dari ketiga negara tersebut, termasuk Refinery Media dari Singapura dan sutradara asal Malaysia, Ho Wi-ding. Proses pengembangan naskah hingga produksi film ini dilakukan secara bersama-sama.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Shanty menyatakan bahwa film “Esok Tanpa Ibu” sudah direncanakan sejak awal sebagai kolaborasi lintas negara. Cerita film ini, yang digarap melalui program Wahana Kreator pada tahun 2020, menggabungkan tema keluarga dan teknologi yang kompleks.

Meskipun terdapat perbedaan bahasa di lokasi syuting, sutradara Ho Wi-ding tidak menganggap hal tersebut sebagai hambatan utama. Ho Wi-ding lebih fokus pada ekspresi dan emosi para aktor dalam film ini, yang menurutnya adalah bahasa yang universal.

Proses pemilihan pemain yang tepat juga menjadi fokus utama dalam film ini. Ringgo Agus Rahman, yang memerankan tokoh Bapak, mengungkapkan bahwa pendekatan sutradara membuat proses syuting menjadi lebih jujur secara emosional. Hal ini terlihat dari ketekunan sutradara dalam meminta pengambilan ulang adegan jika emosi yang ditampilkan belum sesuai.

Dian Sastrowardoyo, yang tidak hanya berperan sebagai Laras tetapi juga bertindak sebagai produser, menjelaskan bahwa kru dan pemain menggunakan naskah berbahasa Indonesia, sementara sutradara menggunakan versi bahasa Inggris. Semua pihak bekerja sama untuk memastikan terjemahan naskah yang tepat.

Film “Esok Tanpa Ibu” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026. Jadi, jangan lewatkan untuk menonton kolaborasi menarik ini yang menggabungkan drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah.

Source link