Pengamat Politik dan Pertahanan Keamanan dari UNAS, Selamat Ginting, melihat pelibatan TNI dalam penanganan terorisme sebagai langkah kesiapan pertahanan dalam menjaga kedaulatan negara. Menurutnya, terorisme modern telah berkembang menjadi ancaman bersenjata terorganisasi yang lintas wilayah dan berpotensi mengganggu kedaulatan negara. Sehingga pelibatan TNI perlu dipahami sebagai bagian dari arsitektur pertahanan negara, bukan sebagai militerisasi keamanan dalam negeri. Terorisme memiliki karakter asimetris dengan aktor non-negara, struktur tertutup, penggunaan senjata mematikan, dan kemampuan memanfaatkan celah geografis dan sosial. Ancaman semacam ini membutuhkan instrumen yang tidak hanya mampu melakukan penindakan hukum, tetapi juga operasi tempur terbatas dan respons cepat yang merupakan tugas konstitusi TNI. TNI sendiri telah memiliki satuan khusus dengan kemampuan antiteror yang tinggi, seperti Satuan 81 Kopassus TNI AD. Dengan demikian, pelibatan TNI dalam penanganan terorisme diharapkan dapat memperkuat pertahanan negara dan menjaga kedaulatan negara dari ancaman yang semakin kompleks.
Pelibatan TNI dalam Kesiapan Pertahanan dan Kedaulatan Negara
Read Also
Recommendation for You

Roy Suryo menyoroti pelaporan terhadap Rismon Sianipar atas kasus dugaan ijazah palsu sebagai upaya untuk…

Peringatan Nuzulul Quran pada 17 Ramadan akan digelar di Istana Negara Jakarta, Menag Nasaruddin Umar…

Tim Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bareskrim Polri telah melakukan penggeledahan di Kantor Sekuritas MA…

Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan silaturahmi dan diskusi dengan sejumlah mantan Presiden dan Ketua Umum…








