Gandeng Autistic Self Advocacy Network, Barbie Autisme dari Mattel

Mattel, perusahaan mainan terkemuka, baru-baru ini merilis Barbie autisme dalam koleksi Barbie Fashionista yang inklusif. Kolaborasi ini dilakukan dengan Autistic Self Advocacy Network (ASAN) untuk memastikan desain boneka sesuai dengan karakteristik orang dengan autisme. Desain boneka ini dirancang sepenuhnya berdasarkan arahan dari ASAN, yang menggarisbawahi bahwa autisme adalah spektrum dengan pengalaman dan karakteristik yang berbeda-beda pada setiap individu.

Barbie autisme didesain sederhana dengan fitur-fitur unik, termasuk warna kulit tan, rambut panjang, dan pakaian longgar. Menurut ASAN, pemilihan pakaian longgar ini sesuai dengan preferensi orang autis yang menghindari stimulasi sensoris berlebihan. Boneka ini juga dilengkapi dengan aksesori seperti fidget spinner, headphone, dan tablet khusus untuk komunikasi sehari-hari.

Mattel berharap melalui Barbie autisme ini, dapat memberikan gambaran yang lebih baik tentang inklusi dan memungkinkan setiap anak yang berkebutuhan khusus, termasuk autisme, merasa terwakili dalam koleksi Barbie. Barbie sendiri telah menjadi ikon fesyen dan aspirasi perempuan sejak perkenalannya pada tahun 1959. Selama bertahun-tahun, Barbie telah terus berkembang dengan berbagai warna kulit, koleksi profesi, dan representasi yang inklusif, termasuk koleksi disabilitas.

Barbie juga merilis koleksi ‘inspiring women’ yang menampilkan tokoh-tokoh wanita hebat, termasuk Frida Kahlo, Sally Ride, Amelia Earhart, dan Gabby Douglas. Boneka Barbie bukan hanya sekadar mainan, tetapi telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak perempuan di seluruh dunia. Barbie telah berkembang menjadi lebih dari sekedar boneka, tapi juga menjadi tontonan dalam bentuk kartun dan film layar lebar. Dengan terus berinovasi, Barbie tetap relevan dan menjadi simbol inklusi dan pemberdayaan perempuan yang terus menginspirasi generasi baru.

Source link