Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah menyelenggarakan webinar untuk membahas strategi penanggulangan terorisme dalam pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dengan kejadian ledakan di salah satu sekolah di Jakarta dan meningkatnya ketidakpastian global, penting bagi pemerintah untuk memiliki strategi yang efektif. Menurut Pimpinan LHKP PW Muhammadiyah, Ristan Alfino, terorisme yang berbasis ideologi dan keyakinan agama dapat bertumbuh dalam situasi ini, sehingga diperlukan rancangan strategi komprehensif untuk disampaikan kepada pemerintah.
Indonesia telah maju dalam penanggulangan terorisme dengan fokus pada pembinaan mantan pelaku teror. Hal ini telah membantu Indonesia memperbaiki posisinya dalam indeks terorisme global. Dewan Pakar LHKP Muhammadiyah, Prof Sri Yunanto, menyoroti pentingnya upaya pembinaan eks narapidana terorisme untuk mencegah residivisme dan menarik kelompok kekerasan yang masih radikal. Keberhasilan dalam memerangi terorisme, seperti deklarasi kembali ke NKRI oleh jaringan JI, menjadi acuan strategi pemerintahan Prabowo-Gibran.
Prof Yunanto juga menekankan perlunya kewaspadaan terhadap peningkatan kekerasan berbasis ideologi di beberapa negara yang dapat berdampak pada Indonesia. Melalui webinar ini, LHKP Muhammadiyah berusaha memberikan masukan dan strategi yang relevan untuk membantu pemerintah dalam mengatasi tantangan terorisme.












