Riska Mariati Putri (18), seorang mahasiswi asal Kabupaten Agam, kini mencuri perhatian sebagai Duta Sosial Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) 2025. Saat ini, dia tinggal di Medan dan sedang menempuh studi S-1 Biologi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USU. Riska membuktikan bahwa kedisiplinan akademis tidak menghambat kemampuannya untuk meraih prestasi di dalam dan di luar kampus. Awalnya, Riska terjun ke ajang Duta Mahasiswa USU dari kesibukan sehari-harinya sebagai mahasiswa FMIPA yang terbiasa dengan laboratorium dan jadwal akademis yang padat.
Riska menjelaskan bahwa di tengah-tengah praktikum, dia belajar bagaimana mengatur waktu dan mengelola prioritas, yang membentuk karakternya dan mendorongnya untuk berkembang lebih jauh. Menurutnya, kesibukan bukanlah alasan untuk berhenti berkembang, tapi justru merupakan momen untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi kampus. Dengan mengikuti ajang Duta Mahasiswa USU, Riska yakin bahwa ia dapat mengasah keterampilan, menambah pengalaman, dan memperluas jaringan.
Selain sebagai Duta Sosial Mahasiswa USU 2025, Riska juga memiliki prestasi lain seperti Runner Up 1 Duta GenRe Putri Kabupaten Agam 2024. Pengalaman organisasi dan kepemimpinannya yang luas, serta keterlibatannya dalam berbagai event dan kegiatan pengabdian masyarakat di kampus, melengkapi jejak prestasinya. Selain itu, sebagai konten kreator, Riska membawa advokasi yang fokus pada pendidikan dan literasi digital.
Riska harapkan generasi muda, khususnya perempuan, untuk berani bermimpi, bergerak, dan bertanggung jawab atas pilihannya. Generasi saat ini hidup di era penuh kesempatan, dan setiap individu memiliki potensi yang dapat tumbuh sejauh berani menjelajahinya. Ia juga mengajak generasi muda untuk terus belajar, peka terhadap lingkungan sekitar, dan menggunakan ruang digital dengan bijak untuk memberi dampak positif. Riska mengakui bahwa perjalanannya hingga saat ini tidak lepas dari dukungan orang terdekat, yang memberinya kekuatan dan keyakinan untuk terus maju. Dukungan dari keluarga dan teman-temannya menjadi penyemangat di tengah kesibukan, membuat langkahnya terasa lebih ringan dan bermakna.












