Dalam dunia kendaraan listrik, terus ada upaya untuk meningkatkan teknologi hibrida dan EV meskipun banyak berita yang mencemooh perkembangan tersebut. Produsen mobil dan perusahaan independen terus melakukan riset untuk mencari solusi yang lebih baik dalam hal penyimpanan dan efisiensi baterai. Salah satu terobosan yang menarik perhatian adalah penggunaan superkapasitor untuk meningkatkan performa mobil hibrida. Superkapasitor memiliki kemampuan untuk menyimpan dan melepaskan energi listrik dengan lebih cepat daripada baterai konvensional.
Allotrope Energy dari Inggris telah mengembangkan kelas superkapasitor baru dengan tingkat kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan baterai saat ini. Superkapasitor ini dapat menghasilkan daya yang lebih besar dengan lebih cepat, serta mampu memulihkan energi dengan lebih efisien. Menggunakan bahan karbon berpori nano yang diproduksi secara berkelanjutan yang disebut Lignavolt, superkapasitor ini memiliki bobot dan ukuran yang lebih kecil daripada superkapasitor konvensional.
Keunggulan lain dari penggunaan superkapasitor adalah kurangnya pengaruh suhu terhadap performa, sehingga tidak memerlukan sistem pemanas dan pendingin yang rumit. Selain itu, superkapasitor juga tidak mengalami degradasi sebagaimana yang dialami baterai lithium-ion, sehingga kinerjanya tetap optimal sepanjang masa pakai. Namun, kelemahan superkapasitor adalah kemampuannya yang terlalu cepat dalam mengumpulkan dan melepaskan muatan sehingga tidak cocok digunakan pada mobil listrik murni.
Meskipun demikian, superkapasitor Lignavolt diprediksi akan menjadi solusi masa depan untuk kendaraan hibrida, dengan kemampuannya yang dapat menggandakan output daya sebuah SUV keluarga berukuran sedang. Dengan harga yang lebih terjangkau serta ukuran dan bobot yang kompak, superkapasitor ini menawarkan potensi untuk meningkatkan performa dan efisiensi kendaraan masa depan.












