Honda menilai bahwa transmisi manual tidak cocok dengan powertrain hibrida Prelude yang baru. Padahal, banyak penggemar yang berharap mobil ini dilengkapi dengan gearbox manual. Namun, Hidetomo Horita, seorang pejabat senior Honda, mengonfirmasi bahwa pilihan transmisi otomatis merupakan satu-satunya opsi untuk Prelude yang baru.
Horita menjelaskan bahwa mesin yang digunakan pada Honda Insight dan CR-Z lebih mendukung penggunaan transmisi manual daripada powertrain hibrida Prelude. Dengan tingkat elektrifikasi yang lebih tinggi, Honda menganggap transmisi manual bukanlah pilihan yang sesuai untuk mobil tersebut. Meskipun Honda sadar bahwa tanpa transmisi manual, pengemudi mungkin tidak akan merasakan pengalaman berkendara yang sama, mereka telah merancang fitur S+ Shift untuk meniru perpindahan gigi manual melalui paddle shift alloy di belakang setir.
Selain itu, Honda juga berencana untuk memperluas fitur S+ Shift ke mobil hibrida lainnya. Fitur ini mensimulasikan transmisi delapan percepatan dan pengemudi dapat menyesuaikan tingkat pengereman regeneratif dengan menggunakan dayung. Meskipun banyak pengemudi tidak lagi membutuhkan pengalaman transmisi manual, Honda tetap yakin bahwa Prelude akan dapat menarik minat pasar yang luas, terbukti dengan pesanan delapan kali lipat dari target penjualan bulanan di Jepang.
Meskipun keputusan untuk tidak menyertakan transmisi manual mengecewakan beberapa penggemar, Honda yakin bahwa fitur S+ Shift akan memberikan pengalaman berkendara yang memuaskan bagi pengguna. Meskipun masih harus dilihat apakah keberhasilan awal Prelude di pasaran akan bertahan atau tidak, Honda optimis bahwa mobil ini akan mendapat sambutan positif di pasar global.












