Audi sudah bersiap-siap untuk meluncurkan SUV berukuran jumbo terbesar mereka, Q9, pada tahun 2026. Model ini akan menjadi pesaing dari BMW X7 dan Mercedes GLS setelah bertahun-tahun rumor dan antisipasi. Meskipun Audi agak terlambat masuk ke segmen SUV ukuran penuh, namun persiapan mereka sudah matang. Pendatang baru ini akan menggunakan platform yang sama dengan beberapa model Audi lainnya, menawarkan berbagai opsi drivetrain termasuk bensin, diesel, mild-hybrid, dan plug-in hybrid.
Porsche juga sedang dalam proses pengembangan SUV tiga baris yang awalnya direncanakan sebagai EV murni, namun berencana untuk menambahkan mesin pembakaran dan opsi hibrida plug-in. Ambisi listrik Audi dan Porsche telah sedikit terhenti, dengan keduanya tetap mengandalkan mesin pembakaran hingga dekade berikutnya. Diversifikasi drivetrain menjadi strategi yang cerdas mengingat permintaan pasar yang bervariasi.
Saat ini, Uni Eropa sedang mengkaji kembali larangan terhadap mobil bensin dan diesel baru mulai tahun 2035. Industri mobil Eropa, termasuk Audi dan Porsche, menekan Uni Eropa untuk membatalkan larangan tersebut. Meskipun demikian, dengan peringatan keras dari CEO Mercedes dan BMW, harapannya adalah Uni Eropa mendengarkan suara industri ini. Meskipun begitu, keputusan akhirnya akan bergantung pada apakah hibrida plug-in akan tetap diizinkan melewati batas waktu yang ditetapkan.












