Ajang pemilihan Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Cianjur tahun 2025 menarik perhatian berkat kehadiran Siti Lathifah, seorang mahasiswi Fakultas Hukum semester tujuh Universitas Suryakancana. Dengan latar belakang yang unik, Siti Lathifah mengusung visi mengintegrasikan pariwisata dengan prinsip hukum dan keberlanjutan, sambil menjadikan membaca, menulis, dan menyanyi sebagai hobinya. Partisipasinya dalam ajang tersebut menjadi pengalaman pertamanya di dunia pageant yang semakin memperluas cakrawala pengetahuannya.
Memandang potensi Cianjur yang kaya akan alam, budaya, dan kuliner, Siti Lathifah merancang program berbasis tiga pilar untuk mendukung pariwisata yang ramah hukum dan berkelanjutan. Program-program tersebut mencakup Wisata Sadar Hukum, Eco-Tourism Campaign: Wisata Asik, Alam Tetap Cantik, dan Festival Budaya dan Hukum. Melalui inisiatif ini, ia berharap mendorong peningkatan kesadaran akan hukum, lingkungan, dan kearifan lokal dalam sektor pariwisata Cianjur.
Siti Lathifah memiliki rekam jejak akademik dan pengalaman berorganisasi yang solid, ditunjukkan dengan jurnalnya tentang aspek hukum pemerintah dalam pengawasan retribusi rekreasi. Pengalaman berorganisasi di berbagai bidang juga telah menyiapkannya untuk peran sebagai Mojang Jajaka Cianjur yang tidak hanya mempromosikan budaya, tetapi juga sebagai duta lingkungan dan hukum.
Dukungan dari keluarga dan ajakan bagi generasi muda menjadi pendorong bagi Siti Lathifah. Keyakinan dari orang-orang terdekatnya membantu memperkuat langkah-langkahnya dalam program Sekolah Sadar Wisata dan Budaya untuk edukasi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Cianjur. Melalui pengalamannya di Moka Cianjur, Siti Lathifah berharap generasi muda berani menggali potensi diri, berkontribusi dalam memajukan daerah, serta mempertahankan nilai-nilai budaya yang luhur.












