Jun Ji Hyun harus menelan pil pahit setelah dialog yang harus diucapkannya dalam drama Tempest. Dalam sebuah adegan drama, Jun Ji Hyun yang memerankan calon Presiden Seo Mun Ju mengatakan “Mengapa China lebih suka perang? Lalu bom nuklir jatuh di wilayah perbatasan”. Kalimat itu memang keluar dari Mun Ju yang menginginkan perdamaian antara Korea Selatan dan Utara, namun sebenarnya itu adalah bagian dari naskah drama fiksi Tempest.
Protes dari warga China sudah muncul sebelumnya terkait digambarkannya Dalian sebagai daerah yang kumuh tua dan diedit menggunakan filter gelap. Selain itu, adegan “karpet bintang lima yang diinjak” dan “penjahat yang berbicara dalam bahasa Mandarin” juga menarik perhatian penonton China. Meski berupa fiksi, dialog dan adegan tersebut menyakiti perasaan warga China.
Aksi protes dari warga China termasuk memboikot drama Tempest dan menekan brand internasional yang berhubungan dengan Jun Ji Hyun. Beberapa brand seperti Louis Vuitton, La Mer, dan Piaget bahkan telah menghapus iklan dan materi promosi yang menampilkan Jun Ji Hyun sebagai langkah untuk menjauhkan diri dari dampak negatif tersebut.
Drama Tempest sendiri tengah menjadi sorotan publik karena genre yang tak biasa, yakni aksi politik dan mata-mata. Disutradarai Kim Hee Won dan Heo Myung Haeng, drama ini melibatkan Amerika, Korea Utara, Korea Selatan, dan Cina dalam ceritanya. Mengisahkan tentang Seo Mun Ju yang maju sebagai calon Presiden setelah suaminya tewas ditembak dan menilai ada rencana reunifikasi antara Korea Selatan dan Utara di balik kejadian tersebut.
Rating yang tinggi sempat diraih Tempest sejak awal tayang, namun sejak dialog kontroversial yang diucapkan Jun Ji Hyun, drama ini mulai mendapat ulasan buruk di Google dengan hanya 28 persen pengguna Google yang menyukainya. Dengan total 9 episode, drama ini masih menyisakan 4 episode yang belum tayang. Bagaimana menurut kalian, apakah akan melanjutkan menonton atau melewatkannya, TIMES Lovers?












