Istana membantah anggapan bahwa pembentukan komisi reformasi kepolisian bertujuan untuk menggantikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurut Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro, tidak ada agenda terkait pergantian Kapolri dalam rencana pembentukan komisi tersebut. Juri menegaskan hal ini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2025). Pembentukan tim atau komisi reformasi kepolisian baru sebatas usulan dan harus menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk langkah selanjutnya. Presiden Prabowo disebut telah setuju untuk membentuk tim tersebut sebagai upaya tindak lanjut dari tuntutan reformasi kepolisian yang sudah ada sebelumnya.
Reformasi Kepolisian: Komisi Pembentukan Istana Sangkal Baru
Read Also
Recommendation for You

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Negara Elke Büdenbender baru saja melakukan kunjungan kenegaraan ke…

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Akui Program Pemerintah Masih Banyak Kekurangan Wakil Presiden (Wapres) Gibran…

Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan Ridwan al-Makassary, Dosen di Fakultas Ilmu Sosial…

Presiden Jerman Akan Kunjungi Indonesia, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta Presiden Republik Federal Jerman,…

Ribuan Calon Dokter Terancam Gagal Praktik, Solusi Adil Diperlukan Polemik mengenai ribuan calon dokter atau…







