Kondisi perekonomian Indonesia tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja, demikian ungkapan Ketua Dewan Pakar Asprindo, Didin Damanhuri. Hal ini dipengaruhi oleh masalah global seperti geopolitik dan kebijakan tarif dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Negara-negara seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand, yang sebelumnya sejajar dengan Indonesia dalam pembangunan pada tahun 1970-an, kini telah melampaui Indonesia dalam hal PDB per kapita. Meskipun ukuran PDB per kapita bukanlah satu-satunya indikator kesejahteraan, hal tersebut dapat menjadi gambaran awal kemajuan suatu negara. Tidak hanya itu, Indonesia juga mengalami ketertinggalan dalam hal kesejahteraan masyarakat bawah. Indeks oligarki Jeffrey Winters menempatkan Indonesia sebagai negara dengan urutan kedua terburuk pada tahun 2014. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mungkin saat ini berada pada posisi yang lebih buruk. Prospek bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan ini menjadi perhatian utama dalam meningkatkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Asprindo Soroti Ketimpangan Sosial di HUT ke-80 RI
Read Also
Recommendation for You

Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Tulungagung, Jawa…

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara penyerahan hasil penyelamatan keuangan dan aset negara di Kejaksaan Agung,…

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah mengumumkan bahwa tidak akan ada penyelenggaraan haji Furoda pada…

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia memiliki masa depan yang cerah. Dia menyampaikan pesan agar…

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan bahwa pemerintah akan menanggung kenaikan harga avtur untuk penerbangan…







